Jumat, 03 Agustus 2012

Polres Minsel Diminta Selidiki Dugaan Potongan Kelompok Tani Minsel

 
Amurang, Swarasulut-Walaupun Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertak) Kabupaten Minahasa Selatan Ir Decky Keintjem membantah soal pemotongan terhadap dana Bantuan Pemerintah pusat terhadap ratusan Kelompok tani di Kabupaten Minsel, namun tak serta merta langsung dipercaya oleh sejumlah tokoh masyarakat Minsel.
Dikatakan Handri Tani warga Amurang Timur untuk mendapatkan kebenaran Riil-nya seharusnya pihak kepolisian melakukan serangkaian Penyelidikan terkait isu tersebut. “ Tak hanya Kelompok Tani Modoinding yang mengaku ada pemotongan, kelompok tani di desa lain juga sarat potongan, memang itu dibantah Kadis Pertanian Minsel. Namun mungkinkah Pencuri mengaku maling?,” ujar dia.
Lanjut dia Untuk membuktikan itu tidak ada, Polisi Minsel yang harus membuktikannya. “ Kan gampang saja, tanyakan langsung kepada para ketua kelompok tani di Minsel. Dan pasti dorang akan mengaku. Dihadapan Kadis pasti dorang tako mo mengaku, karena takut ada ancaman dari pihak dinas untuk tak mengikutsertakan kelompok taninya dalam mendapatkan bantuan. Kan dorang yang ada di Dinas Pertanian yang berhak mengusulkan kelompok tani mana yang memenuhi syarat,” ujar Tani.
Lucunya lagi kata dia, memang harus diakui realisasi dana pemerintah pusat tersebut langsung masuk rekening kelompok, akan tetapi setiap realisasi diduga kelompok tani telah membayar kewajiban dimuka. “ Ini dibuktikan dengan surat rekomendasi dari Dinas dalam hal pencairan dana tersebut,” ujar dia bernada tegas.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Yana Supriatna saat akan dimintai keterangannya soal isu tersebut, hingga berita ini diturunkan belum berhasil terhubung. (dolvie) 

 Makanya musti dikontrol...


1 komentar:

Modoinding mengatakan...

bagaimana Sektor pertanian MINSEL bisa maju, kalau sistem Pemerintahannya terdapat pejabat yang hanya mementingkan diri sendiri dari pada orang banyak.

Gensi tinggi, Tapi tidak ada harga diri...